MENCEGAH PANDEMI COVID-19 DARI DUNIA PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

Diterbitkan pada

3645377
Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/virus-desinfection-illustration_7435836.htm#page=1&query=desinfectant%20corona%20virus&position=13

Saat ini Indonesia memasuki fase pandemik Covid-19 sehingga dibutuhkan peran aktif seluruh masyarakat dan dari dunia usaha. Kondisi lingkungan yang bersih merupakan syarat utama untuk menjaga kesehatan diri maupun ternak di dunia industri peternakan. Menjaga lingkungan tetap bersih akan menurunkan resiko terjadinya peningkatan penyebaran penyakit. Namun seperti yang kita ketahui, dunia peternakan tidak akan jauh dari lingkungan yang kotor karena hewan ternak seperti unggas ataupun ruminansia, akan terus menghasilkan feses atau kotoran yang bisa disebut bagian dari limbah peternakan. Untuk menjaga kondisi lingkungan tetap bersih, kita dapat melakukan sanitasi. Sanitasi adalah proses mengurangi kontaminasi mikroba ke level aman tanpa melalui sterilisasi. Sanitasi dapat dilakukan dengan disinfeksi menggunakan disinfektan dan pemakaian antiseptik. Disinfektan adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme dan digunakan pada benda mati. Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada jaringan hidup (non iritan). Disinfeksi sangat rutin dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit yang ada dilingkungan, sehingga manusia dan ternak tetap sehat dan aman.

Dalam dunia peternakan saat ini, disinfeksi sudah sangat populer dilakukan untuk mengurangi penularan penyakit atau agen infeksi yang ada di lingkungan atau dluar tubuh hewan. Disinfeksi juga dilakukan untuk lalu lintas keluar masuk peternakan seperti untuk manusia, kendaraan, dan juga peralatan peternakan yang sering disebut sistem “biosecurity”, sehingga hewan dan manusia tidak terpapar agen penyakit karena rutin dilakukan disinifeksi. Melihat dari hal tersebut, penggunaan disinfektan sangat banyak digunakan dan banyak jenis disinfektan yang tersedia di pasaran. Menurut Orsi et al (2010), disinfektan memiliki berbagai macam sifat, mulai dari efektivitasnya yang dapat dipengaruhi oleh material organik, tipe agen penyakit, level paparan penyakit, waktu kontak, temperatur dan pH objek yang disinfeksi.

Kita perlu memahami karakteristik atau sifat-sifat dan jenis disinfektan yang sering kita temui untuk keperluan peternakan atau lingkungan dan supaya dalam penggunaanya akan selalu tepat dan aman untuk manusia dan hewan. Golongan disinfektan antara lain aldehyde, fenol, Quatenary Ammonium Compound (QAC), chlorin compounds, hydrogen peroksida, alkohol, iodofor, dan acid. Berikut adalah beberapa contoh disinfektan yang sering ditemui dalam dunia peternakan :


1. Golongan Aldehyde

Sebelumnya, formalin (formaldehyde) adalah golongan aldehyde yang banyak dipakai. Karena banyaknya penyalahgunaan penggunaan oleh masyarakat, golongan aldehyde yang saat ini banyak dipakai untuk disinfeksi adalah glutaraldehyde. Glutaraldehyde memiliki efek membunuh agen penyakit sangat kuat dan sangat banyak digunakan sebagai disinfektan kelas tinggi. Berdasarkan Gelinas dan Goutlet (1983), Glutaraldehyde tetap memiliki efek membunuh mikroorganisme meskipun dipengaruhi material organik. Glutaraldehyde memiliki spektrum efektivitas yang luas dapat membunuh penyebab penyakit seperti virus beramplop (Lipovirus) contohnya Paramyxovirus, Coronavirus serta virus yang tidak beramplop. Glutaraldehyde juga fektif membunuh bakteri gram positif, gram negatif, mikoplasma dan spora bakteri (Anonim, 2008). Glutaraldehyde dapat digunakan sebagai disinfektan untuk mengurangi penularan penyakit dengan aman dan dapat ditemukan pada produk SPECATARAL dan SPECTARAL-25 yang dikombinasikan dengan golongan Quaternary Ammonium Compound (Dimethyl Cocobenzyl Ammonium Chloride). Kelebihan lainnya dari glutaraldehyde adalah memiliki aktifitas residu permukaan sampai 7 hari.

2. Golongan Quatenary Ammonium Compound (QAC)

Bahan kimia yang paling populer dalam golongan ini adalah Benzalkonium Klorida yang memiliki banyak sinonim dengan perbedaan gugus fungsinya, seperti Alkyl Dimethyl Benzyl Ammonium Chloride, Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride, dan Dimethyl Cocobenzyl Ammonium Chloride. Kandungan jenis ini terdapat pada produk BENZAKLIN, yang merupakan disinfektan dan antiseptik multiguna bekerja efektif terhadap virus beramplop/lipovirus (contohnya paramyxovirus, coronavirus), bakteri, jamur dan mikoplasma.

3. Golongan Iodophor

Penggunaan iodine kompleks yang cenderung korosif sudah mulai berkurang. Saat ini iodophor yang banyak digunakan sebagai antiseptik luka adalah povidone iodine yang memiliki efektivitas dalam membunuh virus, bakteri, jamur, maupun mikoplasma. Keunggulan dari povidone iodine adalah tidak korosif dan sangat aman digunakan untuk disinfeksi lingkungan. Povidone iodine dapat ditemukan dalam produk INTERCIDE. Produk ini selain sebagai antiseptik dan disinfektan juga dapat digunakan untuk disinfeksi air.

4. Golongan Chlorine

Chlorine yang tersedia ada dalam bentuk sodium hypochlorite atau sodium dichloroisocyanurate (NaDCC), sering diaplikasikan untuk sterilisasi air. Sodium dichloroisocyanurate dapat ditemukan pada produk KLORIN-GARD dalam sediaan tablet effervescent sangat praktis digunakan untuk sterilisasi air minum dan lebih efektif dibanding kaporit tablet yang umumnya dipakai. Produk ini digunakan sebagai upaya mencegah infeksi penyakit dari air minum. Sodium dichloroisocyanurate ketika berada didalam air akan terjadi reaksi sehingga akan didapat molekul asam hipokklorus yang merupakan zat aktif klorin yang akan efektif membunuh virus, bakteri, jamur, maupun mikoplasma.

Reaksi Sodium Hipoklorit dalam air

(Sumber : Clasen dan Edmondson, 2005)


(Sumber : Tim Technical Support TMC, 2019)

Untuk tetap menjaga kondisi kesehatan dari penyebaran penyakit akibat paparan virus, bakteri, atau agen penyakit lainnya, kita juga dapat melakukan disinfeksi sesuai dengan panduan penggunaan disinfektan ramah lingkungan seperti poster dibawah ini. Semoga kita selalu terlindung dari paparan virus yang menyerang dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat, makan makanan bergizi, rajin cuci tangan, dan menggunakan disinfektan secara tepat dan aman. Tidak perlu takut penggunaan disinfektan untuk rumah tangga, karena dalam dunia peternakan penggunaan disinfektan selama ini tidak menimbulkan permasalahan kesehatan bagi manusia dengan penggunaan yang tepat.

Gambar 1 Skema coronavirus 

(Sumber : http://ruleof6ix.fieldofscience.com/2012/09/a-new-coronavirus-should-you-care.html)



(Sumber : Tim Technical Support TMC, 2020)